Indikator ekonomi dalam fundamental

419

Untuk anda para pengguna analisis fundamental , tentunya sangat diperlukan sekali mengerti indikator ekonomi yang mempengaruhi harga mata uang suatu Negara. Dan ketika anda mempelajari hal tersebut, anda pasti dihadapkan dengan permasalahan suatu Negara dan harus setiap saat anda amati. Yah itung-itung sambil belajar tentang mata kuliah ekonomi makro….hihihihi,tapi tenang …. Ini tidak seribet dan sesulit yang anda fikirkan , asal anda tertib dalam mengamati berita perekonomian suatu Negara.

Secara umum, indikator-indikator ekonomi yang dirilis oleh pemerintah maupun organisasi-organisasi swasta memang dapat digunakan untuk melihat kinerja perekonomian suatu negara. Nah, berdasarkan penilaian tersebut, kemudian akan timbul sentimen positif (optimis) mapun negatif (pesimis) terhadap kebijakan maupun kondisi perekonomian suatu negara yang ujung-ujungnya akan mempengaruhi nilai mata uang negara tersebut. Sebagai seorang trader, intinya kita harus memahami bagamana pengaruh indikator perekonomian terhadap nilai mata uang yang nantinya harus kita ambil kesimpulan pengaruhnya terhadap harga pairs yang kita perdagangkan. Misalnya, kalo tingkat pengangguran di USA meningkat, berarti kecenderungan harga EUR/USD naik ato turun, dst. Mari kita simak indikator-indikator yang berpengaruh relatif besar terhadap forex trading antara lain:

Angka pengangguran dan tingkat inflasi. Ketika angka pengangguran dan inflasi meningkat, ini mencerminkan kondisi politik yang kurang baik, sehingga cenderung terjadi sentiment negatif yang akan menurunkan nilai mata uang negara yang bersangkutan.

Produk domestik bruto, atau PDB. PDB dianggap indikator yang paling umum untuk menilai kondisi perekonomian sebuah negara.  Produk domestik bruto merupakan total nilai pasar semua barang dan jasa yang biasanya diproduksi dalam suatu negara tertentu. PDB biasanya diukur dalam jangka waktu satu tahun, dan tidak dalam beberapa minggu atau bulan karena dengan  periode waktu yang lebih besar akan lebih bagus dalam penggambaran statistik terhadap produk dan jasa yang diproduksi di suatu negara. Oleh karena itu, indikator ini tidak digunakan sendirian dalam forex trading. PDB dianggap sebagai indikator lagging, yang berarti merupakan faktor terukur yang berubah setelah perekonomian sudah mulai mengikuti tren tertentu.

Laporan penjualan ritel adalah faktor ekonomi ketiga yang sering digunakan dalam forex trading. Indikator ini menunjukkan penerimaan total dari semua toko ritel di sebuah negara. Indikator ini dianggap sebagai indikator ekonomi yang sangat handal dan penting karena pola belanja konsumen yang diharapkan sepanjang tahun. Faktor ini biasanya lebih penting dibanding lagging indikator dan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang keadaan ekonomi di suatu negara.

Laporan produksi industri. Laporan ini menunjukkan fluktuasi dalam produksi di industri seperti pabrik, dan utilitas. Laporan ini melihat produksi aktual dalam kaitannya dengan potensi kapasitas produksi selama periode waktu. Ketika suatu negara memproduksi pada kapasitas maksimum secara positif mempengaruhi nilai mata uang dan dianggap sebagai kondisi yang ideal.

Indeks harga konsumen, atau CPI, adalah indikator ekonomi terakhir penting dalam menganalisis forex. CPI adalah ukuran dari perubahan dalam harga barang-barang konsumen di 200 kategori. Laporan ini dapat memberitahu apakah suatu negara membuat atau kehilangan uang pada produk dan layanan mereka.

Laporan terhadap indikator-indikator tersebut biasanya dirilis secara berkala untuk setiap negara. Hal ini tentu saja memudahkan trader untuk bersiap-siap “menyambut” rilis laporan tersebut dan tentu saja berusaha mengambil profit dari pergerakan harga yang lumayan kenceng saat menjelang dan setelah news release tersebut. Jadi, sebagai trader yang baik, sebaiknya anda memahami bagaimana membaca indikator perekonomian tersebut dan catat tanggal mainnya, eh, kapan rilisnya, maksudnya! Hihihi..

Belum memiliki akun FBS ingin mencoba trading di FBS !

SHARE